Afgan Syahreza mencurahkan kekecewaannya mengenai penampilannya di acara Prambanan Jazz kemarin. Afgan merasa dirinya telah diusir oleh pihak penyelenggara dari atas panggung hanya karena dirinya adalah penyanyi lokal.
Dalam penampilannya di ‘Prambanan Jazz’ kemarin, di lagu kelima Afgan, tiba – tiba sound system dan lampu panggung mati. Afgan pun tidak bisa meneruskan penampilannya dan meminta maaf pada para penontonnya kala itu. Saat itu banyak yang menganggap jika itu hanya kesalahan teknis belaka. Tetapi kemudian Afgan bercerita di Instagram jika itu adalah sebuah insiden pengusiran. Berikut curhatan Afgan selengkapnya.
“Semalem ngalamin pengalaman manggung yang gak mengenakan, pertama kali ngalamin kaya gini. Jadi dari awal memang acaranya ngaret banget, gw seharusnya perform jam 8 malam. Tapi gw baru naik panggung sekitar jam 10 malam. Dan karena ada international artist yang harus main di waktu yang sama, gw malah dibilang gak usah main sama panitia, cuman karena gw lihat banyak sekali penonton yang sudah nunggu di depan panggung, bahkan ada yang sudah dateng jauh2 dari luar Jogja, akhirnya gw dan management fight untuk naik. Walaupun sound awalnya gak dinyalain oleh mereka, gw tetep nyanyi, at least fans gak sia-sia udah nunggu.” cerita Afgan.
“Eh di lagu ke 4, lampu panggung semua di matiin, alias gw diusir. Akhirnya semua penonton nyalain flashlight dr handphone masing2, tanda mereka tetep ingin gw nyanyi. Moment ini yang buat gw dan anak2 band terharu, mengobati kekecewaan kita semua.” lanjutnya.
“Terimakasih buat semua yang hadir semalam, gak tau lagi deh kalo gak ada support kalian. It means the world to us! Sayang sekali padahal acaranya bisa digarap dengan bagus, semoga bisa jadi pelajaran buat penyelenggara Prambanan Jazz. Dan semoga kedepannya local artist bisa dapat apresiasi yang sama dengan International artist. Cause we’re all just trying to give our best on stage..” tutup Afgan.
Yang sabar ya, Afgan!
0 Response to "Afgan Syahreza Merasa Diusir Di Panggung Prambanan Jazz Hanya Karena Penyanyi Lokal"