INILAHCOM, Jakarta - Nota keuangan RAPBN 2018 yang disampaikan Presiden Joko Widodo mendapat sanjungan dari petinggi parlemen.
Wakil Ketua DPR bidang Ekonomi dan Keuangan, Taufik Kurniawan tak segan memuji asumsi makro yang disampaikan Jokowi dalam sidang paripurna DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/2017). Alasannya, prioritas makroekonominya kepada sektor riil yang bersinggungan langsung dengan perekonomian rakyat.
"Ketika prioritas mengarah pada sektor riil, secara otomatis asumsi makro lebih kepada posisi mendekati realitas ekonomi di masyarakat," kata Taufik.
Kader PAN ini bilang, pemerintah terkesan kuat ingin optimalisasi pendapatan pajak menjadi prioritas. Lantaran itulah, asumsi makro mengarah kepada sektor riil.
Taufik menjelaskan, wujud keberpihakan pemerintah terhadap sektor riil adalah meningkatkan peran usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dana desa, serta program keluarga harapan. "Itu menjadi ruang bagi pemerintah dalam kaitan APBN sebagai dokumen politik, komitmen pemerintah terhadap masyarakat," ujar Taufik.
Yang layak digarisbawahi, lanjut Taufik, era Jokowi menginginkan anggaran lebih difokuskan kepada aspek peningkatan kesejahteraan rakyat. Jadi, APBN bukan hanya dokumen ekonomi semata. Namun juga dokumen politik, yaitu ada komitmen yang ingin dicapai pemerintah terkait kondisi kekinian.
"Di dalamnya ada komitmen terkait situasi keterbatasan ekonomi yang masif dan dinamis, dan pemerintah memprioritaskan pada aspek keadilan ekonomi agar bisa dirasakan masyarakat," katanya.
Dalam rapat Paripurna DPR, Jokowi menyampaikan, tahun ini, pemerintah meletakkan pemerataan ekonomi yang berkeadilan sebagai fokus utama pembangunan.
Kebijakan itu, kata Jokowi mencakup; pertama, redistribusi aset, melalui pemberian hak pengelolaan tanah terlantar kepada masyarakat sehingga dapat dikelola dan dimanfaatkan secara lebih produktif, serta legalisasi tanah melalui percepatan sertifikasi tanah-tanah milik rakyat.
Kedua, penguatan akses rakyat untuk mendapatkan modal, melalui kredit usaha rakyat yang menjangkau semakin banyak masyarakat, semakin besar jumlahnya, dan semakin mudah cara memperolehnya. Ketiga, peningkatan keterampilan masyarakat, melalui program pendidikan kejuruan, serta pendidikan dan pelatihan vokasi secara masif. [tar]
0 Response to "Ancang-ancang Ekonomi Jokowi Disanjung Bos Senayan"