Latest News

Apakah Sabar Itu Ada Batasnya? – Post Share Indonesia



190



Saya merasa mendapat banyak ujian tentang kesabaran baik yang menimpa diri sendiri maupun keluarga? Saya sendiri telah berusaha untuk bersabar dalam menerima dan menghadapi fitnah tersebut sebagai sebuah ujian keimanan dan kesabaran. Apakah bersabar itu ada batas waktunya dan berapa lama seseorang bisa bertahan dalam kesabaran? Mohon penjelasannya pak Aam. Terima kasih ( Dedi by email)



Wa’alaykumsalam Wr.Wb



Iya pak Dedi dan pembaca sekalian jika pahami secara mendalam maka hakikatnya hidup ini adalah ujian yang dituntut kesabaran. Orang hidup tidak selama merasa bahagia, kadang ada sedihnya. Orang tidak selamanya merasa sehat, kadang dalam kondisi sakit. Demikian juga orang tidak selama merasa dalam kelapangan, terkadang dalam kesempitan dan sebagainya.



Orang yang sehat, bahagia, lapang dan segala kenikmatan dunia lainnya sebenarnya dalam kondisi diuji oleh Allah Swt. Bagaimana mana menggunakan sehatnya, lapangnya tersebut. Jadi yang dituntut untuk berlaku sabar itu bukan hanya yang sedang sakit, susah, dalam kesempitannya hidup lainnya.



Pegertian sabar menurut para ulama artinya jiwa yang istiqamah dalam jalan kebenaran, tidak larut pada ajakan nafsu, tidak mengenal putus asa, tidak mengeluh kecuali kepada Allah, tidak menyerah pada kesulitan, dan memiliki semangat untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik.



Dari makna sabar tersebut sebenarnya dapat kita pahami bahwa sabar itu tidak ada batasnya sampai Allah mengubah keadaan menjadi lebih baik kemudian dilanjutkan dengan rasa syukur. Orang yang sakit tentu kesabarannya sampai Allah memberikan kesembuhan. Orang yang miskin kesabarannya sampai Allah memberikan kelapangan rezeki dan kecukupan. Coba kalau orang sakit sabarnya kan tidak bisa diukur sehari, sebulan bahkan setahun. Kalau dalam waktu tersebut dia belum sembuh, terus mau apa? Marah? Pada siapa?. Orang yang dalam kesempitan atau kemiskinan tentu kesabarannya sampai Allah mencukupkan. Kalau dalam waktu tertentu belum cukup, apakah harus mencuri atau korupsi ?. Jika demikian maka ia tidak bersabar atau berputus asa.



Dalam meneladani sikap kesabaran dalam menghadapi ragam ujian dari Allah ini tentu kita bisa mencontoh para Nabi dan Rasul serta orang-orang shalih lainnya. Meneladani Orang-orang shabar (Q.S. 11 : 120) Misalnya:



  • Meneladani kesabaran Rasulullah saw, dituduh gila, difitnah, disakiti dan hampir terbunuh,


  • Nabi Ayub yang di uji dengan sakit,


  • Kesabaran Nabi Nuh ketika menghadapi anak dan istrinya yang tidak saleh


  • Nabi Sulaiman yang diuji dengan kekuasaan, Nabi Musa yang diuji dengan ilmu, Asiah yang diuji oleh Fir’aun sebagi suami yang otoriter,


  • Dan sebagainya.


Namun harus kita yakini bahwa Allah tidak mungkin menguji kita diluar kesanggupan kita menghadapinya. Jadi apa yang Allah cobakan kepada hamba-Nya sesuai dengan kesanggupan dan kemampuan nya. Allah Maha Tahu dan Maha Adil sehingga Tahu batas ujian yang diberikan kepada hamba-Nya. Tentu dibutuhkan kondisi keimanan dan keyakinan yang harus dipersiapkan.



loading...

























































































































































































































































































































































































































































































































قالب وردپرس

0 Response to "Apakah Sabar Itu Ada Batasnya? – Post Share Indonesia"