INILAHCOM, Jakarta - Istana mengapresiasi penangkapan sindikat pengunggah konten ujaran kebencian berbau SARA di medsos oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada pekan ini.
Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi menegaskan kelompok penyebar ujaran kebencian yang menamakan dirinya "Saracen" ini memang tidak boleh dibiarkan berkembang di medsos.
"Kami mengapresiasi Polri terkait terkuaknya, kalau dari penjelasannya tukang pembuat fitnah melalui medsos. Ini tidak hanya bertabrakan dengan Undang-Undang ITE dan sejenisnya, tapi tentu bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa kalau tindakan ini dibiarkan. Maka, Polri harus mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya, semua pelaku," jelas Johan di area Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (24/8/2017).
Adapun sebagai langkah mengantisipasi penyebaran hoax menyusul penangkapan kelompok Saracen, hari ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggumpulkan sejumlah pegiat medsos ke Istana.
Melalui kesempatan ini, lanjut Johan, Jokowi kembali mengingatkan generasi muda untuk bijak menggunakan medsos sebagaimana imbauannya yang selama ini disampaikan kepada publik.
"Soal hoax di medsos kan, sudah pernah diimbau oleh Presiden. Gunakan medsos dengan tujuan yang santun karena kita bersaudara, terutama kepada kaum muda," tandasnya.
Sebagaimana diberitakan, dalam kasus ini polisi telah menangkap tersangka berinisial JAS (32), MFT (43), dan SRN (32).
JAS diketahui berperan sebagai perekrut anggota. Ia menarik minat warganet untuk bergabung dengan mengunnggah konten yang bersifat provokatif menggunakan isu SARA sesuai perkembangan tren media sosial.
Dalam menjalankan aksinya, JAS beserta sindikatnya membentuk website untuk memposting berita-berita pesanan tersebut melalui Saracennews.com.[jat]
0 Response to "Istana Apresiasi Pengungkapan Sindikat Saracen"