Latest News

Jawab Kelangkaan, Pertamina Gelar OP LPG Boyolali

INILAHCOM, Boyolali - Upaya PT Pertamina (Persero) Jawa bagian Tengah menjamin ketersediaan elpiji 3 kilogram (bersubsidi) tak pernah berhenti. Operasi pasar (OP) dilakukan di Desa Salakan, Kabupaten Boyolali.

Kegiatan OP elpiji bersubsidi ini dilaksanakan di Balai Desa Salakan, Rabu (16/8/2017), mendapat sambutan sangat positif. Warga berdatangan sambil menenteng tabung gas kosong menuju balai desa guna mendapatkan elpiji bersubsidi seharga Rp15.500 per tabung.

Menurut Ndaru Trilaksono, warga merasa sangat terbantu dengan adanya OP elpiji 3 kilogram seharga Rp15.500 per tabung. Sebelumnya, warga kesulitan mendapatkan elpiji bersubsidi. Dalam OP ini, disediakan sebanyak 560 tabung gas. Dan, warga dibatasi membeli dua tabung gas.

"Warga sangat antusias mengikuti OP elpiji yang digelar oleh Pertamina di Desa Salakan. Mereka yang diutamakan untuk kebutuhan rumah tangga terlebih dahulu," kata Ndaru.

Muslim Dharmawan, Kepala Kantor Komunikasi dan Humas Pertamina Jawa bagian Tengah, mengatakan, Pertamina mengadakan OP di 14 titik di Kabupaten Boyolali. Langkah ini ditempuh lantaran adanya kabar kelangkaan gas elpiji bersubsidi.

Kata Muslim, ke- 14 titik OP elpiji diantaranya adalah Kelurahan Sambi Kecamatan Banyudono, Kismoyo (Sawit), Sranten, Kiringan, Mliwis (Cepogo), Donohudan, Guwokajen (Ngemplak), Ngesrep, Semawung, Sukorame (Simo), dan termasuk Salakan (Teras).

Menurutnya, Pertamina tidak pernah mengurangi jatah atau kuota elpiji 3 kilogram. Ketika terjadi kelangkaan, bisa jadi terjadi peningkatan kebutuhan atau konsumsi warga secara tiba-tiba. "Tabung gas elpiji tiga kg ternyata tidak hanya dikonsumsi untuk memasak saja, tetapi juga digunakan penggerak traktor, peternakan dan sebagainya. Tabung elpiji subsidi ini, hanya dimanfaatkan untuk rakyat miskin," kata Muslim.

Muslim menghimbau, masyarakat yang sudah mampu mohon, seharusnya tidak menggunakan elpiji 3 kg yang jelas-jelas diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Mereka bisa menggunakan elpiji berukuran tabung 5,5 kilogram yang harganya masih terjangkau kantong. "Kami ada 14 titik, dan setiap titik ada dua kali masing-masing 560 tabung. Totalnya setiap titik sebanyak 1.120 tabung," kata Muslim.

Kendati demikian, Muslim berharap dengan OP elpiji tersebut dapat menjadi tepat sasaran penggunakan tabung tiga kg, dan mudah0muydahan ke depan tidak ada lagi kelangkaan. Masyarakat juga menyadari elpiji tiga kg untuk rumah tangga dan kegiatan usaha mikro kecil menengah (UMKM ).

Manajer Komunikasi dan Humas Pertamina Jawa bagian Tengah, Andar Titi Lestari bilang, indikasi sulitnya warga mendapatkan elpiji tiga kg di Wilayah Boyolali, murni karena adanya peningkatan kebutuhan, serta faktor budaya setempat. Di mana, bulan-bulan ini sering digelar pesta pernikahan atau sunatan.

"Pertamina telah menambah fakultatif sebanyak 38.400 tabung periode penyaluran pada 12 hingga 18 Agustus 2017, dimana penyaluran normal adalah 769.480 tabung per bulan," kata Andar.

Andar bilang, untuk kegiatan operasi pasar khusus elpiji tiga kg di wilayah Boyolali telah disiapkan sebanyak 15.120 tabung yang akan dibagi sebanyak 14 titik yang tersebar di beberapa kecamatan. [tar]























































































































































































































































































































































































































































































































قالب وردپرس

0 Response to "Jawab Kelangkaan, Pertamina Gelar OP LPG Boyolali"