Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan sejumlah indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street kembali turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), saat ketidakpastian politik di Washington membuat investor tetap waspada.
Investor memilih tetap bersikap hati-hati menjelang penyampaian pernyataan keijakan moneter oleh sejumlah bankir dalam pertemuan tahunan bank sentral global di Jackson Hole, Wyoming.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,13% atau 28,69 poin di 21.783,40. Indeks Nasdaq Composite melandai 0,11% atau 7,08 poin di level 6.271,33, sedangkan indeks S&P 500 berakhir melemah 0,21% atau 5,07 poin di posisi 2.438,97.
Investor akan mcermati pidato Gubernur bank sentral AS Federal Reserve Janet Yellen dan Gubernur European Central Bank Mario Draghi pada hari ini waktu setempat demi mengetahui arah kebijakan moneter, meski keduanya tidak diharapkan memberikan panduan baru.
Fokus pada pandangan para bankir akan menjadi titik penting dari dua pekan terakhir, ketika pasar saham digoyangkan oleh kekhawatiran geopolitik, kekacauan di Washington, dan komentar kontroversial Presiden Donald Trump.
Yang terbaru adalah, Trump menyinggung sesama rekannya dari kubu Republik dengan mengatakan bahwa para pemimpin kongres dapat menghindari kekacauan dalam meningkatkan plafon utang AS jika saja mereka memperhatikan nasehatnya.
Ketua DPR AS Paul Ryan kemudian mengatakan bahwa Kongres akan meloloskan undang-undang untuk menaikkan plafon utang federal dan anggota parlemen memiliki sejumlah opsi untuk menghindari kegagalan bayar (default).
“Ada dua cerita yang beredar di Washington akhir-akhir ini dan sampai pada tingkat tertentu, hal itu berdampak pada pasar. Dapatkah Presiden sukses dengan agendanya secara keseluruhan, entah itu plafon atau reformasi pajak,” kata Phil Blancato, CEO Ladenberg Thalmann Asset Management, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (25/8/2017).
“Sejauh ini tampaknya tidak akan berjalan dengan mudah,” lanjutnya.
Sementara itu, rilis data ekonomi terbaru menunjukkan gambaran yang beragam. Jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran naik lebih kecil dari yang diperkirakan pada pekan lalu. Adapun penjualan rumah kembali secara tak terduga turun pada bulan Juli ke tingkat bulanan terendah tahun ini.
0 Response to "Ketidakpastian Politik Washington Masih Bebani Wall Street"