Suporter pendukung Persib Bandung, Bobotoh, menyerukan tanda pagar #unfollowpersib di sosial media Twitter dan Instagram. Aksi Bobotoh itu dilakukan karena Persib terindikasi telah diperlakukan secara istimewa oleh PSSI karena terkait sanksi akibat pelanggaran di kompetisi Gojek Traveloka Liga 1 2017.
Aksi Bobotoh itu pun mendapat tanggapan dari Media Officer Persib Bandung, Irfan Suryadiredja. “Segala informasi berita miring kepada Persib sebaiknya dikaji, ditelaah. Silakan datang ke kantor Persib untuk meminta konfirmasi. Daripada menulis di media sosial. Kalau media sosial itu tidak benar berarti kan jadi dosa,” tukasnya beberapa waktu lalu.
Irfan Suryadiredja membantah jika Persib Bandung diperlakukan istimewa oleh PSSI meskipun ada sanksi yang persepsinya menuai perbedaan. Sebagai bukti, Irfan Suryadiredja mengatakan Persib sejauh ini sudah terkena denda hingga Rp 680 juta.
“Ada tidak klub lain seperti itu? Apakah itu disebut anak emas?. Sebenarnya julukan anak emas ini pertama kali disebutkan oleh suporter tim lain, tapi kok Bobotoh ikut-ikutan. Harusnya dikaji dulu, ditelaah. dikonfirmasi betul tidak selama ini tuduhan-tuduhan itu?” kata Irfan Suryadiredja.
“Seperti yang saya bilang, kalau ingin menyampaikan aspirasi datang langsung ke kantor pengelola Persib, PT PBB di Sulanjana. Kami akan menerima dan membuka pintu selebar-lebarnya,” tutupnya.
PSSI sebelumnya telah menjatuhkan sanksi berupa 5 pertandingan tanpa penonton, tapi kemudian terjadi perbedaan persepsi, bahwa laga Persib boleh disaksikan penonton namun tanpa atribut Persib atau Bobotoh.
0 Response to "Persib Bandung Diistimewakan PSSI? Bobotoh Bereaksi!"