INILAH.COM, Jakarta-Pusat Pengembangan Film (Pusbang Film) Kemendikbud menggelar Workshop Kritik Film & Non Kritik di Hotel Alila, Jakarta selama tiga hari yakni pada 21-23 Agustus 2017.
Kegiatan itu dibuka oleh Ketua Pusbang Film Kemendikbud, Maman Widjaya. Maman menyampaikan, kritik film sebagai karya yang paling tinggi di bidang penulisan tentang perfilman. Oleh karenanya, dalam kritik film harus ada unsur pengetahuan, pemahaman dan analisis yang kuat.
"Kritik merupakan bagian dari apresiasi film, baik menurut UU Perfilman maupun dalam kenyataannya," kata Maman dalam keterangan tertulis, Senin (21/8/2017).
Terkait hal itu, tahun depan Pusbang film berencana untuk menggelar pemutaran film setiap bulannya bersama para kritikus film dan pembuat film. Dengan demikian, akan ada tradisi penulisan kritik film yang kuat.
"Kritik film harus tajam, tetapi harus sesuai dengan keahlian para kritikus film sendiri. Para pembuat film sudah memiliki para ahli, para kritikus harus memahami hal ini," ujar Maman.
Sudut pandang kritik film dinilai Maman sangat luas. Sebut saja misalnya terhadap sebuah film yang dihadapi oleh 30 kritikus film, maka akan terjadi 30 sudut pandang.
"Ini memberikan pembelajaran untuk masyarakat," kata Maman.
Workshop Kritik Film merupakan bagian dari program apresiasi film. Selain kegiatan itu, Pusbang Film juga menyelenggarakan lomba penulisan kritik film dengan hadiah utama sebesar Rp 25 juta. [adc]
0 Response to "Pusbang Film: Kritik Film Bagian dari Apresiasi"