Saat ini, bayi pun dapat menjalani aktifitas berenang seperti layaknya orang dewasa, namun tentu dilakukan di kolam kecil yang aman dan dengan peralatan keamanan yang maksimal. Salah satunya adalah dengan memakai pelampung leher yang membuatnya dapat terus terapung di kolam.
Masalahnya, ada beberapa resiko yang dapat dialami oleh bayi apabila terlalu lama memakai pelampung leher. Misalnya saja jika pelampung kurang udara dan berpotensi kempes.
“Aktivitas ini dapat menjadi sebuah perangkap mematikan. Pelampung yang dijahit tidak kencang bisa kempes dan menyebabkan bayi Anda terluka,” ungkap eks American Academy of Pediatrics (AAP), Kyran Quinlan.
Model pelampung leher bagi bayi ini baru populer dipakai beberapa tahun belakangan. Umumnya digunakan saat bayi menjalani spa di kolam spa bayi.
Memperkenalkan kegiatan berenang bagi bayi memang tak salah, apalagi di dalam air bayi akan bebas menggerakkan kaki dan tangannya kemana saja. Tidak seperti saat tidak dalam air.
Namun seorang anggota Asosiasi Guru Renang, Kayle Burgham mengkritik penggunaan pelampung tersebut.
“ini bukan hal yang dibutuhkan bayi secara fisik atau emosional. Aktivitas terisolasi ini benar-benar bertentangan dengan esensi berenang bayi, yaitu kontak manusia,” kata Kayle.
Dirinya lebih menyarankan untuk memberikan aktifitas yang aman, santai dan menyenangkan bagi bayi tanpa perlu memakaikan pelampung di leher.
“Lebih baik bergaul dengan anak sehingga mereka dapat menjelajahi air di lingkungan yang aman, santai, dan menyenangkan,” tambah Kayle dilansir laman Good Housekeeping.
Saat memakai pelampung leher, sebaiknya orang tua tak melepaskan perhatian kepada bayi, termasuk apakah bayi tampak nyaman atau tidak. Bukan tak mungkin terjadi peristiwa tak diinginkan saat sedang memakainya di kolam.
0 Response to "Resiko Bagi Bayi Saat Memakai Pelampung Leher"