INILAHCOM, Jakarta - Politisi Partai Golkar Andi Sinulingga mengatakan hanya ada satu alasan jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampai menggulirkan reshuffle Kabinet Kerja Jilid III. Reshuffle harus dilakukan jika para pembantu presiden tidak menunjukkan kinerja hingga beberapa sektor tidak berjalan.
"Menteri menteri harus performed. Jika bener ada reshufle, pasti karena itu," katanya kepada INILAHCOM, Jumat (18/8/2017).
Ia menilai hingga Kabinet Kerja JIlid II yang ada sekarang, sektor Ekonomi yang masih dianggap lemah. Untuk itu menurutnya wacana ditempatkannya Menteri Keuangan Sri Mulyani ke Menko Perekonomian patut dicoba. Karena ia menilai kinerja Sri Mulyani cukup bagus.
"Yang masih lemah itu sektor ekonomi. Soal itu (Sri Mulyani ke Menko Perekonoian), ya bagus saja," tandasnya.
Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan menggulirkan Reshuffle Kabinet Kerja Jilid III. Isu refhuffle ini sebelumnya sempat mencuat setelah pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta namun hingga kini belum kunjung terealisasi. Saat ini wacana ini kembali menyembul.
Beberapa menteri bahkan dikabarkan akan digeser ke pos lain. Diantaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani yang santer dikabarkan akan menggantikan Darmin Nasution sebagai Menko Perekonomian. Selain itu nama Menteri Kelautan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Rini Soemarno pun disebut-sebut bakal tergeser, meski belum diketahui akan menduduki posisi apa. [hpy]
0 Response to "Sektor Ekonomi Kabinet Kerja Dianggap Masih Lemah"