INILAHCOM, Kediri - Tiga hari jelang Hari Raya Idul Adha, petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri menggelar inspeksi mendadak di sejumlah pedagang hewan kurban pinggir jalan.
Hasilnya, petugas menemukan kambing ternak berpenyakit inveksi dan penyakit mata. Sidak kali ini dilakukan di penjual kambing kurban seputaran GOR Jayabaya Kota Kediri. Ada dua pedagang kambing yang didatangi petugas.
Adapun pemeriksaan yang dilakukan meliputi kesehatan kambing, kondisi fisik dan usia kambing, sebagai syarat sah untuk berkurban.
Dalam sidak ini petugas menemukan dua kambing yang terkena infeksi pada bagian telinga. Sedangkan di kawasan Kelurahan Banjar Melati, petugas menemukan kambing dengan penyakit mata. Petugas langsung meminta pedagang untuk tidak memajang dan memperjual belikan hewan yang sakit tersebut.
Menurut Riana, salah satu pedagang, tren kurban tahun ini mengalami peningkatan pada penjualan kambing. Sementara penjualan sapi justru mengalami penururnan. Hal itu disebabkan oleh harga sapi yang relatif tinggi.
Meski secara kesehatan hewan tersebut tidak berbahaya jika dikomsumsi, namun secara syariat, kambing yang terkena infeksi tersebut tidak memenuhi syarat.
"Selain melakukan pemantauan di sejumlah pedagang, kami juga terus melakukan sidak hingga menjelang perayaan Idul Adha. Termasuk ke masjid-masjid dan tempat penyembelihan hewan kurban, agar tidak beredar daging kurban tak layak kosumsi dan membhayakan kesehatan," ujar drh Pujiono, petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri, Selasa (29/8/2018).
Petugas melakukan pemantauan di 20 titik tempat penjualan hewan di Kota Kediri, termasuk di tujuh kandang pedagang yang berjualan via on line.
Petugas juga mengimbau agar pedagang menjual hewan kurban sesuai syarat hewan kurban. Yakni, usia kambing minimal satu tahun, untuk sapi minimal dua tahun, hewan harus sehat dan tidak cacat.[beritajatim]
0 Response to "Waspada, Banyak Kambing Kurban Sakit Dijual"