Bisnis.com, JAKARTA – Korea Utara memperingatkan Amerika Serikat akan membayar "harga yang sangat mahal" karena mempelopori resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap uji coba nuklirnya.
Pejabat Korea Selatan mengatakan setelah uji coba bom hidrogen Korut pada 3 September bahwa pihaknya dapat meluncurkan rudal balistik antar benua (intercontinental ballistic missile/ICBM) untuk melawan tekanan internasional.
Dilansir oleh Reuters, AS sebelumnya meminta Dewan Keamanan PBB untuk memberlakukan embargo minyak ke Korut, dan menghentikan ekspor utama tekstil dan memberlakukan larangan aktivitas finansial serta perjalanan kepada Kim Jong Un.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan Amerika Serikat bersikap panik dan mencoba memengaruhi sikap Dewan Keamanan atas uji coba nuklir Pyongyang, yang menurutnya merupakan bagian dari "tindakan pembelaan diri yang sah."
"Jika AS benar-benar melakukan resolusi ilegal dan melanggar hukum atas sanksi yang lebih keras, DPRK (Republik Rakyat Demokratik Korea) yakin bahwa AS akan membayar harga yang pasti," kata juru bicara tersebut dalam sebuah pernyataan kepada kantor berita resmi KCNA, seperti dilansir Reuters.
"Dunia akan menyaksikan bagaimana DPRK menjinakkan AS, dengan melakukan serangkaian tindakan lebih keras daripada yang pernah mereka bayangkan," kata juru bicara yang tidak disebutkan namanya tersebut.
Tidak ada verifikasi atas klaim Korut yang telah melakukan uji coba bom hidrogen pekan lalu, namun beberapa ahli mengatakan ada cukup bukti kuat untuk menyimpulkan bahwa Pyongyang berhasil mengembangkan bom hidrogen.
KCNA mengatakan pada Minggu (10/9) bahwa Kim Jong-Un mengadakan jamuan untuk memuji para ilmuwan dan pejabat tinggi militer serta partai yang berkontribusi dalam tes bom nuklir, yang diakhiri dengan pertunjukan seni dan sesi foto dengan pemimpinnya sendiri.
0 Response to "AS Pelopori Resolusi PBB, Korut Meradang"