Latest News

Di Situ Saya Sedih …



Klasemen MotoGP 2017 Terbaru Marquez Makin di Puncak, 14 Poin Dari Vinales!



Marc Marquez mengaku dirinya sedih dengan kejadian sepanjang GP Misano akhir pekan lalu. Pasalnya, Baby Alien mendpatkan respons negatif dari fans Valentino Rossi, yang tampaknya masih mendendam atas kejadian di MotoGP 2015. Marquez tidak hanya disoraki saat jatuh dalam sesi pemanasan pada Minggu (10/9). Bahkan ketika merayakan kemenangan di podium, Marquez menghadapi siulan dari fans The Doctor.



MotoGP 2015 meninggalkan luka yang panjang bagi penggemar Valentino Rossi. Pasalnya, jagoan mereka gagal menjadi juara karena insiden dengan Marc Marquez. Ketika bertarung di GP Malaysia, Rossi kedapatan mengganggu laju Marquez hingga menyebabkan sang pebalap Spanyol terjatuh. Akibat kejadian itu, Rossi terkena penalti harus start dari urutan paling belakang di GP Valencia, dan terpaksa ‘menyerahkan’ gelar kepada Jorge Lorenzo.



Sepanjang akhir musim itu, muncul isu bahwa Jorge Lorenzo dan Marc Marquez berkomplot untuk menggagalkan ambisi The Doctor menjadi juara. Dan isu tersebut muncul dari mulut Valentino Rossi sendiri. Sejak saat itu hingga kini, masih ada aroma dendam dari kubu The Doctor terhadap Baby Alien; dan sebaliknya.



Kejadian di GP Misano pada Minggu kemarin bisa menjadi contoh. Ketika Marc Marquez terjatuh dalam sesi pemanasan pagi hari, ada reaksi bahagia dari sebagian penonton; yang justru bersorak puas atas insiden itu. Demikian pula, ketika Marc Marquez dipanggil maju ke podium untuk mendapatkan gelar juara pertama, siulan nyaring terdengar dari penonton yang menumpuk.



Marc Marquez Lebih Baik Berantakan di Tes Pra Musim Daripada Saat Balapan! (1)



Padahal, sebelumnya saat Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci masuk panggung, sorak sorai meriah saja yang terdengar. Tentang hal ini, Marc Marquez berusaha memahami perasaan para penggemar MotoGP yang menumpuk di Misano. Namun bagaimanapun Baby Alien tetap kecewa.



Katanya, “Ini benar-benar membuat saya sedih … Jika urusan podium saya bisa mengerti (karena bukan pebalap Italia yang juara), tapi yang tidak bisa saya mengerti adalah saat Anda kecelakaan dan hiruk-pikuk penonton malah bersorak.”



“Kami mengendarai motor dengan kecepatan 300 km/jam di lintasan, kami bertarung hingga batas akhir, hidup kami ada di sana, dan kami bisa mengalami cedera (yang sangat tidak pantas disoraki).”



“Saya berharap pada masa depan, setidaknya penggemar saya tidak pernah melakukan hal yang sama terhadap pebalap manapun karena feeling yang didapatkan tidaklah apik.”





























































































































































































































































































































































































































































































































قالب وردپرس

0 Response to "Di Situ Saya Sedih …"