Latest News

Eks Staf Kemendagri Akui Terima Uang dari Marliem

INILAHCOM, Jakarta - Mantan staf di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Yosep Sumartono mengakui pernah menerima uang dari pengusaha Johannes Marliem.

Namun, Yosep membantah 'memakan' uang tersebut. Dia menegaskan hanya mengantarkan uang tersebut kepada Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto.

"Yang jelas saya disuruh ambil uang, dan uangnya sudah saya kasih ke Pak Sugiarto," katanya saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/9/2017).

Dari informasi dihimpun, uang tersebut sebesar 200 ribu dolar AS yang diduga digunakan sebagai 'panjer' untuk memuluskan proyek e-KTP.

Menurut Yosep, uang itu diserahkan Johannes Marliem di Mall Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat sekitar April-Mei 2011.

Nama Johannes Marliem mulai mencuat di media massa, ketika kasus korupsi pengadaan e-KTP naik ke meja hijau. Nama Marliem disebut sebagai salah satu pengusaha yang ikut dalam proyek senilai Rp5,9 triliun tersebut.

Marliem merupakan Direktur Biomorf Lone LCC. Dalam proyek e-KTP, Marliem menjadi provider produk Automated Finger Print Identification System (AFIS) merek L-1.

Jumat (12/8/2017) malam, kabar kematian Johannes Marliem mulai dikabarkan media-media di Indonesia. Johannes dikabarkan tewas bunuh diri di kediamannya di Baverly Grove, Los Angeles, Amerika Serikat. [ton]























































































































































































































































































































































































































































































































قالب وردپرس

0 Response to "Eks Staf Kemendagri Akui Terima Uang dari Marliem"