Latest News

Hasil Semifinal BWF World Championships 2017: Indonesia Loloskan Dua Wakil

Mohammad Ahsan dan Rian Agung Saputro - Badminton Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Dua wakil Indonesia berhasil melaju ke babak final BWF World Championships 2017. Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir siap untuk berjuang merebut titel juara dunia yang kedua.

Sedangkan di ganda putra, sensasi pasangan baru, Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro masih terus berlanjut. Tak dijagokan, pasangan ini membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan pertama, Li Junhui/Liu Yuchen (China), dan melibas deretan unggulan lainnya menuju laga puncak.

Tiket final diraih Ahsan/Rian usai membungkam unggulan keempat dari Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, 21-12, 21-15. Kemenangan ini sekaligus membalas kekalahan di pertemuan sebelumnya.

“Kami bersyukur kepada Allah SWT bisa melaju sejauh ini, senang dan bangga bisa ke final, ini tidak mudah. Kami memulai dari bawah, berkat kerja keras kami, pelatih dan tim, kami bisa,” ujar Ahsan usai pertandingan.

“Kami berusaha main di pola kami, tidak mau terbawa permainan cepat dan keras yang disukai pasangan Jepang ini,” kata Rian.

“Kami juga memberi pressure kepada Kamura/Sonoda sehingga mereka tidak dapat mengembangkan permainan mereka,” tambah Ahsan.

Ini adalah final ketiga Ahsan di ajang kejuaraan dunia, dimana dua diantaranya telah ditaklukkannya bersama Hendra Setiawan di Guangzhou tahun 2013 dan di Jakarta tahun 2015. Kali ini dipasangkan dengan pemain yang lebih muda darinya, Ahsan membawa Rian ke final dan perjuangan mereka tinggal selangkah lag

Namun dalam duet kali ini, Ahsan bertukar peran menjadi play maker dan lebih banyak mengontrol permainan di depan net. Sementara Rian sebagai finisher atau tukang gebuk di belakang.

“Awalnya kami sama-sama pemain belakang, tetapi sekarang saya kan yang lebih tua, jadi lebih mengontrol di depan. Rian lebih muda dari saya, jadi dia yang lebih banyak mengeluarkan tenaga,” ungkap Ahsan.

Dua wakil di kejuaraan dunia mengingatkan kita akan raihan di Guangzhou, Tiongkok, pada 2013 lalu. Kala itu, dua gelar juara dunia sekaligus dibawa pulang oleh Tontowi/Liliyana dan Hendra/Ahsan. Masih terbayang di ingatan bagaimana mereka mempersembahkan kado manis bagi Indonesia yang merayakan hari kemerdekaan sepekan setelahnya.

Tontowi/Liliyana Libas Pasangan Hong Kong

Raihan emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ternyata tak membuat Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir puas. Pasangan ganda campuran rangking delapan dunia ini justru semakin haus akan gelar. Cedera lutut yang pernah menghantui Liliyana pun tampaknya tak dapat memadamkan kobaran semangat mereka.

Setelah olimpiade, keduanya masih terus berburu titel dan sederet gelar bergengsi berhasil di raih di China Open Super Series Premier 2016, Hong Kong Open Super Series 2016, mereka juga akhirnya berhasil menaklukkan ketatnya persaingan di BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017 setelah tujuh kali gagal. Kali ini, Tontowi/Liliyana ingin mengulang sukses di Guangzhou, Tiongkok pada tahun 2013, dimana kala itu mereka berhasil menjadi juara dunia.

Dalam laga semifinal yang berlangsung di Emirates Arena, Tontowi/Liliyana rebut tiket final dengan mengalahkan wakil Hong Kong, Lee Chun Hei Reginald/Chau Hoi Wah, dalam dua game langsung, 21-16, 21-13. Empat kemenangan dari enam pertemuan dengan Lee/Chau tampaknya cukup buat Tontowi/Liliyana dalam mengetahui dimana letak kelebihan dan kekurangan lawan.

“Kami ingin juara dunia lagi, tadi di lapangan, kami ingin usaha yang terbaik. Kami tidak berpikir soal menang atau kalah, yang penting keluarkan kemampuan terbaik,” ujar Tontowi dalam konferensi pers usai laga.

“Pasangan Hong Kong ini adalah pasangan yang bagus, buktinya mereka bisa mengalahkan pasangan Tiongkok di perempat final. Hari ini kami benar-benar tidak mau lengah walaupun kami lebih diunggulkan, tadi berpikir bagaimana caranya main ‘bersih’ dan komunikasi baik dengan Owi,” beber Liliyana.

Meskipun perayaan hari kemerdekaan RI sudah berlalu, namun di suasana kemerdekaan ini Tontowi/Liliyana berharap dapat mengulang momen membanggakan seperti di olimpiade, dimana mereka mempersembahkan medali emas tepat di tanggal 17 Agustus.

“Keinginan itu pasti ada, tetapi kami tidak mau terbeban harus emas, nanti malah tidak lepas mainnya. Yang penting kami bisa menikmati permainan, tantangan terberat itu ada di diri kita sendiri, kalau kita bisa mengontrol, fokus, pasti bisa,” jelas Liliyana.

“Siapapun lawan kami besok di final, kami sudah pernah bertemu dengan mereka. Kami akan pelajari lagi permainan lawan agar lebih siap di final,” kata Tontowi.

Sumber : Badminton Indonesia



























































































































































































































































































































































































































































































































قالب وردپرس

0 Response to "Hasil Semifinal BWF World Championships 2017: Indonesia Loloskan Dua Wakil"